Selasa, 30 Juni 2009

Mengisi Liburan Dengan Ulur Kacang Ijo

Tags

menanam kacan hijau

Bagi sebagian anak-anak, mengisi liburan sekolah dengan pergi ke pusat-pusat hiburan dan rekreasi terkenal, seperti puncak, TMII, Ancol, pulau dewata dll adalah sangat menyenangkan. Tapi liburan ketempat seperti itu, tidak untuk anak-anak di desa wonoketingal. Liburan ke tempat seperti itu, adalah belanja yang sangat mewah untuk ukuran anak di desa ini. Butuh menabung yang lama, untuk mengumpulkan uang banyak agar bisa pergi ke lokasi wisata favorit.

Meskipun tidak pergi ke pusat-pusat rekreasi, bukan berarti liburan anak-anak sekolah ini tidak menyenangkan. Salah satu aktifitas anak sekolah di desa wonoketingal adalah ulur kacang ijo. Liburan sekolah yang bertepatan dengan musim tanam kacang ijo, dimanfaatkan anak dengan ikut ulur kacang ijo. Ulur kacang ijo adalah pekerjaan menanam tanaman kacang ijo, dengan teknik sebagai berikut: tanah dilubangi dengan alat yang diberi nama ceblok (kayu dengan diameter +/- 4cm dan tinggi sebahu orang dewasa yang ujungnya diruncingkan). Ceblok ditancapkan sedalam 5 - 8 cm kemudian dicabut sehingga meninggalkan bekas lubang, lubang inilah yang nantinya diberi biji kacang ijo sebanyak 3 biji. Menaruh biji kacang ijo inilah yang disebut dengan ulur kacang ijo, sedangkan aktifitas membuat lubangnya disebut nyeblok. Karena nyeblok dirasa berat dan butuh tenaga besar, maka nyeblok dilakukan oleh orang dewasa. Sedangkan ulur kacang ijo bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Anak-anak sangat suka mengisi liburan dengan ulur kacang ijo. Sebut saja Andi, dia kelihatan senang bisa ikut kegiatan cocok tanam yang satu ini. Sebab dia akan menadapat upah 15.000,- bilangan yang lumayan gede untuk ukuran anak seusia 10 tahun. Bila dia bisa ulur kacang ijo selama liburan penuh, diperkirakan dia akan meraup uang sebesar Rp 210.000, jumlah yang cukup besar untuk beli seragam, sepatu dan buku-buku sekolah yang baru.

Tidak Memberatkan Anak

Aktifitas ulur kacang ijo ini tidak memberatkan anak-anak, pasalnya pekerjaan ini dilakukan mulai jam 6.30 pagi hingga jam 10.00 siang. Sehingga tidak banyak menyita banyak waktu bermain anak-anak. Jam sepagi ini juga dirasa tidak menyiksa anak, sebab suhu udaranya tidak begitu panas.

Walaupun dianggap ringan, ternyata ada juga anak yang kelihatan sesekali mengeluh karena capek. Terutama saat menjelang jam 10.00, sebab mulai jam sembilan, sinar matahari memang mulai terasa panas. Selain rasa panas yang mulai menerpa, ternyata badan juga mulai pegal-pegal terutama di bagian pinggang dan punggung. Hal ini dikarenakan, saat ulur tubuh selalu menelungkup seperti orang rukuk.

Rasa capek dan pegal itu tak lama segera hilang seiring pekerjaan yang sebentar lagi mau selesai.

Manfaat Edukasi Agro

Ternyata selain bermanfaat menambah uang saku anak, pekerjaan ulur kacang ijo juga memberi manfaat edukasi anak dalam bidang agro. Anak bisa belajar bertani menanam kacang ijo. Mengikutkan anak dalam bercocok tanam kacang ijo secara langsung akan mengajari anak bagaimana teknik menanam kacang ijo yang benar. sehingga kelak ketika dewasa mereka tahu bagaimana bertani kacang ijo. Kan yo aneh.. Bapaknya petani, masak anaknya nggak tahu cara menanam kacang hijau.



Images Courtesy of :
bandarsampah.blogdetik.comKompas

3 Komentar

wah hebat banget bisa ngingetin aku ke masa kecilku.....Oh Demak Ilopeyu

@karis.. lebih mantap lagi kalo kacang hijaunya bisa mensejahterakan masyarakat.


EmoticonEmoticon