Jumat, 30 Juli 2010

Pemborosan: Bimtek DPRD Demak Ala Bedhol Desa

"Pemborosan", itulah kesan pertama yang saya tangkap tatkala membaca berita Suara Merdeka tanggal 28 juli 2010 yang berjudul "Disorot, Bintek Dewan ke Jakarta". Bimbingan Teknis (Bintek) yang dilakukan dengan tujuan upaya menambah pengetahuan di bidang penyusunan APBD, APBDP hingga laporan keuangan terkait dengan tugas kedewanan, diikuti oleh seluruh anggota DPRD Demak.

Bintek yang dilakukan oleh anggota dewan ini sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kalaupun perlu tidak seharusnya dilakukan secara bedhol desa mengusung semua anggota dewan ke Jakarta. Kenapa Tidak perlu dilakukan bintek? Dari 50 anggota dewan yang ada, 19 diantaranya adalah anggota lama yang paham betul mengenai tugas kedewanan. Mereka yang baru bisa belajar dari rekan mereka anggota dewan lama tentang tugas-tugas mereka di rumah rakyat. Disamping itu adalah menjadi tugas partai politik untuk memberi bimbingan dan pendidikan politik bagi para kadernya.

Jika merasa perlu Bintek, kenapa harus dengan biaya mahal bedhol desa ke Ibu kota, tidak bisakah dilakukan di Demak dengan mengundang para pembicara hadir ke Daerah? Bila dilakukan di Daerah, maka tidak perlu biaya akomodasi hotel berbintang empat sebanyak 50 orang. tapi cukup memberi akomodasi pembicara saja.

Penerimaan Asli Daera (PAD) Demak termasuk sangat rendah, banyak pembangunan yang terpaksa tertunda bahkan terbengkalai karena minimnya anggaran, sebagai contoh di depan mata adalah Pasar Bintoro yang selalu urung dilakukan. Anggaran yang sangat sedikit ini harus dihemat untuk pembangunan.

Referensi :
Disorot, Bintek Dewan Ke Jakarta
Pelantikan Anggota DPRD Kab Demak Periode 2009 – 2014


EmoticonEmoticon