Jumat, 09 Desember 2016

Mengenal Teknik Tanam Jarwo Tingkatkan Produksi Padi 10-15%

Upaya peningkatan produksi padi selau ditingkatkan, salah satunya adalah dalam teknik menanam. Pada kesempatan kali ini kami memaparkan secara sekilas tentang teknik menamam padi dengan sistem jarwo atau jajar legowo.

Istilah Jarwo (jajar legowo) diambil dari bahasa jawa yang secara harfiah tersusun dari kata “lego (lega)” dan “dowo (panjang)”.

Sistem tanam jajar legowo merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir)

Menurut Sembiring (2001), keuntungan sistem tanam jajar legowo adalah :
  1. Sistem jajar legowo ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
  2. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.
  3. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek)
  4. Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.
Berikut ini adalah ilustrasi sistem tanam jarwo alias jajar legowo:






EmoticonEmoticon