Jumat, 24 September 2010

Berhasil Hindari Ledakan Penduduk

Tags

EMPAT tahun terakhir Pemkab Demak kembali menggalakkan program keluarga berencana (KB). Upaya itu untuk menekan jumlah warga miskin yang berpotensi meningkat, jika terjadi ledakan penduduk. "Target kami jumlah penduduk harus tetap terkendali.
Maka kami kembali menggalakkan program KB,"kata Kepala Bappermas KB Kabupaten, Bambang Susetyarto SIP.

Menurut dia, angka kemiskinan di daerah ini mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir, setelah intensifikasi program KB dan pemberdayaan masyarakat. Dalam upaya menggiatkan gerakan KB, pada APBD 2010 telah disediakan anggaran Rp1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan. Sedangkan untuk pengentasan kemiskinan, tahun anggaran 2009 telah tersalurkan dana sebesar Rp 29,350 miliar melalui PNPM Mandiri Pedesaan di 13 kecamatan, serta PNPM Mandiri Perkotaan yang dipusatkan di satu kecamatan yakni Demak Kota.

Mengenai alokasi anggaran pengentasan kemiskinan,dia menyebutkan,ada dana sebesar Rp 22,5 miliar bersumber dari APBN dan Rp 4,8 miliar lagi dari APBD kabupaten. Alokasi anggaran tersebut untuk menunjang upaya perbaikan sarpras, kesehatan, serta bantuan permodalan usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana tersebut digunakan kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan sarana prasarana infrastruktur di bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Bidang kesehatan disalurkan melalui posyandu dan PKK, sedangkan bidang pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa.

Bambang menjelaskan, dalam melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan, pihaknya menggunakan sistem kompetisi. Desa maupun kelurahan yang memperoleh dana tersebut harus memiliki dana pendampingan. Pemkab juga memberikan reward berupa modal kerja sebesar Rp 100 juta kepada tiga UPK PNPM Mandiri Perdesaan berprestasi. Tahun 2009 lalu, PPK Wonosalam meraih peringkat III Jateng, terkait keberhasilannya mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Pihaknya juga memberi bantuan perbaikan rumah sehingga layak huni atau dikenal dengan program bedah rumah. Tahun 2009 terealisasi sebanyak 410 unit. Dengan per incian, 300 unit dibiayai APBD Kabupaten, 50 unit lagi dibantu Kementerian Negara Perumahan Rakyat, dan 60 unit sisanya menggunakan dana dari Cipta Karya. Setiap rumah mendapatkan batuan senilai Rp 5 juta.

Ledakan Penduduk Dalam rangka menggalakkan program KB, Pemkab Demak menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan padaAPBD 2010. Alat kontrasepsi itu diberikan gratis kepada ibu-ibu usia subur sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk. Bambang menjelaskan, pelayanan KB implant yang berfungsi mencegah kehamilan lewat proses hormonal tersebut. Dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan lembaga/instansi terkait, di antaranya PKK, Dinkes, serta TNI/Polri lewat kegiatan KB Kes, dan organisasi kemasyarakatan lainnya seperti Muslimat NU.

Karena keberhasilan menekan pertumbuhan jumlah penduduk dari 1,09 persen pada 2006 menjadi 0,63 persen pada 2007, Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM menerima penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan tertinggi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tokoh yang peduli dan berhasil mengoptimalkan program KB.
Sekarang ini di Demak tercatat ada 240.673 pasangan usia subur (PUS). Dari jumlah itu, sekitar 75 persen merupakan asektor KB aktif, sedangkan sisanya adalah PUS yang masih menghendaki kelahiran anak. (16)

Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus Suara Merdeka Edisi 21 September 2010 yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka Hari Santoso dan Hasan Hamid dengan tema : Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :

4 Komentar

ya, ya, semoga dengan keberhasilan demak menghindari ledakan jumlah penduduk, masyarakatnya makin makmur dan sejahtera.

To Pak Sawali,

Semoga pemerintah dan masyarakat konsisten untuk membuat perencanaan untuk kesejahteraan keluarga yang salah satunya melalui optimalisasi jumlah anak.

ledakan penduduk dapat menyebabkan tingginya angka kemiskinan .

selain dapat menyebabkan kemiskinan juga dapat memperburuk gizi atau pendidikan suatu daerah ,


EmoticonEmoticon