Rabu, 08 Juli 2009

Sejarah Demak dalam Babad Tanah Jawa

Babad adalah cerita rekaan (fiksi) yang didasarkan pada peristiwa sejarah, dimana penulisannya biasanya dalam bentuk macapat (tembang/puisi/syair). Salah satu babad yang sangat terkenal adalah Babad tanah jawa, dimana babad ini tidak pernah lepas dalam setiap kajian mengenai hal hal yang terjadi di tanah Jawa.

Meskipun syarat dengan peristiwa sejarah, sifatnya yang fiksi menempatkan babad sebagai referensi sejarah-imajinatif. Babad memiliki sifat religio-magis dan pekat dengan imajinasi. Sifat itu membuat ahli sejarah berada dalam ragu untuk memakai babad sebagai sumber sejarah yang sahih, dan penggunaannya dalam menggali sejarah menuai pro dan kontra. S. Margana dalam buku Pujangga Jawa dan Bayang-bayang Kolonial (2004) mengungkapkan babad merupakan problematik dalam historiografi modern. Para sejarawan kerap memahami babad sebagai tulisan atau sumber sejarah dalam tendensi subjektif. Para sejarawan yang menolak peran babad sebagai sumber sejarah memiliki argumen bahwa babad rentan dengan bias dalam menggambarkan fakta-fakta sejarah. Babad cenderung menjadi percampuran dari fakta dan mitologi. Para sejarawan yang akomodatif justru menerapkan metode dan metodologi tertentu untuk menjadikan babad sebagai sumber informasi mumpuni ketimbang sumber-sumber kolonial.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, babad Tanah Jawi merupakan jejak besar dalam membaca (sejarah) Jawa, salah satu diantaranya adalah sejarah Kesultanan Demak Bintoro. Di salah satu bab dalam babad tanah jawa secara singkat diceritakan sejarah berdirinya Kesultanan demak, bagamana perjalannya, dan bagamaimana kerajaan islam pertama di jawa ini berakhir.

Berikut ini adalah terjemahan bebas dari salah satu bab dalam babad tanah jawa yang berisikan kisah kesultanan demak bintoro. Babad tanah jawa yang diambil di sini adalah Babad tanah jawa yang digubah oleh L. VAN RIJCKEVORSEL -Directeur Normaalschool Muntilan dibantu oleh R.D.S. HADIWIDJANA Guru Kweekschool Muntilan yang diterbitkan pada tahun 1925.


Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang +/- tahun 1500 - 1582

Dimulai di tanah jawa ada agama islam pada tahun antara 1400-1425.

Ditahhun 1292 di tanah Perlak di pulau Sumatra sudah ada orang islam; pada tahun 1300 ada orang islam tiggal di Samudra Pasai. Di penghujung abad ke 14 di Malaka juga sudah ada orang islam. Orang Islam tersebut berasal dari Gujarat. Dari malaka itu, agama Islam tersebar ke Tanah Jawa, Tanah China, Indhiya Buri dan Indhiya Ngarep. Yang menyebarkan islam di Jawa pertama kali adalah Pedagang Jawa dari Tuban dan Gresik, yang sering berdagang di Malaka, mereka belajar agama islam, sehingga islam terkadang agak dipaksa. Para pedagang jawa tadi pulang ke Jawa Timur, pedagang Indhu dan Persia juga ada yang ikut masuk ke sana dan ikut menyebarkan agama islam kepada Masyarakat. Yang terkenal adalah Maulana Malik Ibrahim (Berkebangsaan Persia), meninggal di Gresik pada tahun 1419. Hingga sekarang makamnya masih ada.

Setelah kekuasaan kerajaan Majapahit semakin lama semakin surut, para bupati di pesisir merasa makin besar kekuasaannya. Berani melakukan tindakan sekehendaknya. Para bupati tersebut sepertinya telah memeluk islam sejak memasuki abad 16 (tahun 1500 - 1525). Oleh sebab itu kerap terjadi peperangan dengan para raja agama indhu yang berada di jawa bagian tengah.

Menurut Cerita: Sang Prabu Kertawijaya Majapahit itu telah menikah dengan Putri dari Cempa (Tanah Indhiya Buri). Putri Tersebut adalah bibinya Raden Rahmat atau yang dikenal dengan Sunan Ampel (dekat Surabaya). Sunan Ampel punya anak laki-laki satu yang bernama Sunan Bonang, dan Satu anak perempuan bernama Nyai Gedhe Malaka. Nyai Ghede Malaka itu mertua Raden Patah atau Panembahan Jimbun, yaitu yang disebut Sultan Demak Pertama.

Sunan Ngampel dan Sunan Bonang itu termasuk para wali. Para wali itu yang terkenal : Sunan Giri (sebelah selatan Gresik), ada di sana yasa kedhaton dan Masjid; Ki Pandan Arang (di Semarang) dan Sunan Kali Jaga (di Demak). Pada tahun 1458 di Demak sudah ada Masjid bagus.

Di antara para bupati di pesisir, Pati Unus itu yang paling berkuat. Pati Unus juga disebut Pangeran Sabrang Lor. Dia putra Raden Patah atau Panembahan Jimbun. Tahun 1511 Pati Unus menguasai Jepara, pada tahun 1513 menyerang Malaka. Persiapan yang dilakukan dalam rangka penyerangan tersebut membutuhkan waktu tujuh tahun. Dan bisa mengumpulkan kapal hingga sembilan puluh dan 12 ribu prajurit, juga meriam yang sangat banyak. Akan tetapi perlawanan Portugis sangat sengit, hingga Pati Unus dipaksa mundur pulang tanpa hasil.

Pati Unus pada tahun 1518 juga mengalahkan Majapahit, tapi majapahit waktu itu memang tidak sebesar dulu. Kotanya tidak dirusak, hanya pusaka kerajaan dibawa ke Demak serta Pati Unus mengaku menanti Ratu Majapahit.

Pada tahun 1521 Pati Unus meninggal masih muda dan tidak meninggalkan anak. Yang menggantikannya adalah adik yang tinggal satu yaitu Raden Trenggana, karena adiknya yang satu: Pangeran Sekar Seda Lepen, telah dibunuh oleh anaknya Raden Trenggana yang dijuluki Pangeran Mukmin.

Semasa pemerintahan Sultan Trenggana (Tahun 1521 - 1550) Kerajaan Demak sangat berkuasa sekali, Menguasai tanah Jawa Barat, kota-kota di pesisir utara dan juga merebut jajahan majapahit, serta kerajaan Supit Urang (Tumapel) juga menjadi diperintah oleh Demak. Sementara Blambangan itu milik Bali.

Pelabuhan milik Demak banyak yang ramai,seperti Jepara, Tuban, Gresik, dan Jaratan. Gresik dan Jaratan yang paling ramai, orang yang tinggal di sana ada 23 ribu.

Pada tahun 1546 Sunan Gunung Jati dengan Sultan Trenggana ingin menyerang Pasuruhan. Kota Pasuruhan Lalu dikepung oleh bala tentara, akan tetapi belum sempat menyerang, pengepungan dibatalkan, karena Sultan Trengganan meninggal dicelakai oleh salah seorang saudara santana.

Anak Sultan Trenggana banyak, Anak-anaknya menikah dengan bangsawan - bangsawan besar. Ada yang menikah dengan bupati di Pajang yang bernama Adiwijaya, yaitu Mas Karebet, Ki Jaka Tingkir atau Panji Mas.

Anak Sultan Trenggana ada dua: Pangeran Mukmin atau Sunan Prawata, dan Pangeran Timur yang nantinya menjadi adipati di Madura. Sunan Prawata itu yang membunuh Pangeran Sekar Seda Lepen.

Anak Pangeran Sekar Seda Lepen yang bernama Arya Panangsang ingin balas dendam kematian bapaknya. Sejak usaha membunuh Pangeran Mukmin beserta istri, kemudian anak menantu Sultan Trenggana tidak berhasil, justru Arya Panangsang diperangi kalah dan mati.

Adiwijawa kemudian menguasai Tanah Jawa: membawa pusaka kerajaan ke Pajan dan kemudian diangkat Sultan oleh Sunan Giri. Ketika Adiwijaya menjadi raja di Pajang, Blambangan dan Panarukan dimiliki Raja Agama Syiwah di Blambangan, yang juga memerintah Bali dan Sumbawa (tahun 1575)

Jajahan-jajahan di pajang diperintah oleh pangeran (adipati) yaitu : Surabaya, Tuban, Pati, Demak, Pemalang (Tegal), Purbaya (Madiyun), Blitar (Kedhiri), Selarong (Banyumas), Krapyak (Kedhu bagian selatan barat, sebelah barat Bengawan Solo.

Ada di Tanah Pasundhan kerajaan Pajang hampir tidak punya kekuasaan, karena pada tahun +/- 1568 tanah Banten dimerdekakan oleh Hasanuddin mejadi tanah kesultanan.

Referensi :

21 komentar:

  1. trimakasih inponya. :D
    tambah ilmu ;)
    http://tforce2009.wordpress.com/

    BalasHapus
  2. maksih infonya buat tambah ilmu...

    BalasHapus
  3. good artikel
    informasi yang bagus nih mengenai sejarah jawa....
    lanjutkan...

    BalasHapus
  4. bukannya yg menyerang majapahit itu Raden Patah? kalo ini saya dapat crita dari keturunan Raden Tetep - Bali salah satu anak dari Bre Brawijaya...

    BalasHapus
  5. `BINGUNG DENGAN SEJARAH INI, kurang jelas..

    BalasHapus
  6. Wikan Sakarinto (wikan_vespa@yahoo.com)Sabtu, Januari 02, 2010 3:23:00 PM

    Thx atas artikelnya.
    Sangat menarik bagi saya yh juga penggemar sejarah babad tanah jawa ...
    Tapi sebagai masukan, sebenarnya artikel ini bisa lebih menarik lagi kalau detail peristiwa setelah jaman Raden Trenggana berakhir bisa lebih diperdalam dan diperluas. Kiprah dan kejadian yang dialami sang penerus Sultan Trenggana (yaitu Sunan Prawoto) sangat melatarbelakangi estafet kekuasaan dari Demak ke Pajang yang notabene disebabkan oleh kisruhnya proses suksesi kepimpinan di kesultanan Demak. Kejadian yang dialami oleh Sunan Prawoto, sebagai pewaris tahta dari Sultan Trenggana dan sekaligus sebagai pembunuh Pangeran Sekar Sedo Lepen, bisa dijadikan starting point untuk lebih memperjelas keberadaan Arya Penangsang yang sempat mencicipi posisi sebagai penguasa Kesultanan Demak. Lalu mungkin bisa dikisahkan lebih lanjut tentang kekuasaan Arya Penangsang yang hanya sebentar saja adanya sampai dengan Nyai Kalinyamat berhasil membujuk Jaka Tingkir (Adiwijaya) yang saat itu menjabat sebagai adipati Pajang untuk menyelenggarakan sayembara guna mencari siapa yg bisa membunuh Arya Penangsang (dalam hal ini pemenangnya adalah Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan beserta anaknya yaitu Sutawijaya - yang tak lain aslinya adalah anak kandung dari Jaka Tingkir).
    Serta keterlibatan/keberadaan beberapa anggota wali sanga bisa dimasukkan dalam artikel ini bisa dikaitkan lebih jauh di dalam artikel ini. Karena sangat diyakini bahwa sepak terjang Arya Penangsang untuk membalas dendam pada pembunuh ayahnya tsb juga berlindung pada pembenaran yang disampaikan oleh Sunan Kudus, meskipun tidak diyakini bahwa sang sunan tsb merestui perbuatan Arya Penangsang di dalam mensikapi dendam kesumatnya.

    BalasHapus
  7. sesama demak pokoke artikele manteblah...
    :D

    BalasHapus
  8. aku masikh bingung,
    aku ktelmian ??!

    BalasHapus
  9. sedikit menambah pengetahuan,
    Tapi kurang jelas dan kurang mendalam.

    BalasHapus
  10. ayem tentrem ning urip lan jd wong sing ngawiji

    BalasHapus
  11. Iwan Mahmoed Al Fattah menyunting dokumen.
    KENAPA KETURUNAN WALISONGO SELALU DIFITNAH NASAB DAN KARAKTERNYA?

    KENAPA KETURUNANWALISONGO SELALU DIFITNAH NASAB DANKARAKTERNYA?

    Fitnah kini banyak menimpa keturunan Walisongo & Azmatkhan. Entah kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Keturunan Keluarga Besar Walisongo ini sehingga satu demi satu fitnah menimpa mereka, fitnah yang datang terus menerus itu seolah seperti air bahsaja, dari tahun ketahun tidak pernah berhenti, terutama ditujukan kepada mereka yang berjuang untuk dakwah Islamiah Walisongo baik itu untuk ilmu nasab,Ilmu silsilah, Sejarah, hukum Islam, Khliafah Islamiah, dll. Mereka yang berjuang demi menjaga nasab dan sejarah Walisongo, selalu dijadikan sasaran tembak oleh manusia-manusia yang berjiwa kerdil dan munafik.

    Sejak dari masa Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang berjuang bersama Mbah Kholil Bangkalan, sebenarnya fitnah itu sudah banyak, namun kedua ulama Azmatkhan ini mampu menahan fitnah itu dengan kesabaran yang tinggi,Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang merupakan andalan Mbah Kholil dalam menjaga nasab-nasab keturunan Walisongo bahkancobaan hidupnya sangat luar biasa berat, fitnah-fitnah yang beliau hadapi bukansekali dua kali terjadi, namun berkali-kali, namun dengan kesabaran yang sangatluar biasa, hal itu tidak pernah beliau balas. Beliau tidak pernah marah,beliau justru lebih banyak tersenyum dan terus berkarya, semua fitnah yang beliauhadapi, dihadapi dengan tabah. Tidak heran beliau yang merupakan Ahli NasabSejati dari Azmatkhan tidak pernah mengajarkan dendam kepada anak cucunya.

    Sikap sabar Sayyid BahrudddinAzmatkhan dalam menghadapi fitnah dan cobaan, ini adalah warisan ajarankeluarga besar Sunan Kudus dan Walisongo. Sunan Kudus dan Semua Walisongo danKeluarag Kesultanan Azmatkhan seperti Demak, Banten dan Cirebon itu memangsejak dari dulu selalu menjadi target untuk difitnah oleh manusia-manusiaMunafik. Namun Alhamdulilah….Keluarga besar Walisongo bukanlah tipe orang yangpendendam. Lihatlah tidak ada satupun fitnah-fitnah tersebut dihadapi denganfitnah-fitnah. Coba perhatikan blog-blog yang menjelek-jelekkan keluarga besarAzmatkhan, adakah balasannya? Adakah keluarga besar Walisongo juga membuatfitnah dengan membuat blog-blog tandingan yang isinya menghujat nasab dansejarah orang lain?

    Terus terang secara pribadi sebenarnyasaya sangat kesal dan marah dengan orang-orang yang sering membuat grup-grupFacebook, Twitter, Blog-blog, wordpress, website-website yang banyak mendeskriditkankeluarga besar Azmatkhan. Sikap kesal dan marah saya adalah hal yang wajar,karena mereka yang membuat website itu tidak pernah mencantumkan dirinyasebagai penanggungjawab. Kalau mereka memang laki-laki seharusnya dirinyamuncul. Bandingkan dengan Website-website berupa blog atau grup-grup FB yangkami buat dengan jelas dan terus terang, itu menandakan jika kamibertanggungjawab. Saya pribadi sering mencantumkan jati diri saya secara jelasdisetiap blog atau grup yang saya buat. Kalau ada yang salah saya siap dikritikdan direvisi jika ada yang tidak sesuai, bahkan jika perlu jika memang ada yangsalah, saya siap untuk minta maaf. Sikap yang saya lakukan seperti ini, buat saya justru menandakan bahwasaya bukanlah manusia yang sempurna, kalau salah ya salah, kalau benar yabenar. Dan untuk urusan yang benarapalagi mengenai nasab, silsilah, sejarah dan kehormatan keluarga besar, makaInsya Allah saya tidak akan pernah mundur setapakpun. Kebenaran adalahkebenaran……Saya yakin Allah akan selalu menjaga orang-orang yang benar.

    bersambung........

    BalasHapus
  12. (Ramanda..I.M A.F menyunting dokumen.


    Orang-orang yang sering memfitnah keluarga besar Walisongo ini seringmemajang foto-foto keluarga besar Keturunan Azmatkhan, terutama mereka yangberjuang untuk nasab, silsilah, sejarah dari Walisongo (Azmatkhan) dengan mengatakan bahwa foto dan profil itunasabnya palsu. Apakah mereka itu itu tidak sadar jika perbuatan mereka itutelah menyakiti banyak orang? Atau mereka ini memang masuk golongan manusiamunafik? Berani mencantumkan profil orang lain tetapi tidak beranibertanggungjawab secara jantan.

    Mereka sering mengatakan bahwanasab-nasab Keturunan Walisongo ini nasabnya palsu!.

    Naudzubilah…….…berani sekalimereka berani berkata seperti itu..

    Manusia-manusia golongan munafikini berani mengatakan jika nasab Walisongo yang sekarang ini palsu, bermasalah,dan mengarang-ngarang. Hanya karena oknum-oknum ini sering mengutif pendapatcatatan nasab dari kalangannya, sehingga catatan nasab milik keluarga Walisongotidak mereka akui, padahal catatan nasab Walisongo itu rapi dan tercatatdimasing-masing keluarga yang jumlahnyapuluhan ribu, lha memangnya kitab yang mereka pegang itu Al Qur’an dan Hadist???

    Astagfirullah……..….. Masih adarupanya dinegara ini orang-orang yang merasa paling sempurna dalam ilmu nasab dan sejarah yang ada diNusantara ini, masih ada rupanya orang-orang yang merasa bahwa mereka lebihmulia nasabnya dari Walisongo yangnotabenenya sudah 600 tahun bercokol di negeri ini, Masih ada rupanya menganggap mudah bahwa nasab keturunanWalisongo salah……

    Kesombongan Jahiliyah kembalimuncul……Kesombongan Nasab jadi patokan manusia-manusia munafik ini…..seolah-olahNasab mereka yang paling agung, padahal datuk-datuk mereka tidak pernahmengajarkan kesombongan nasab. Datuk-datuk mereka justru dahulunya banyak yangberakhlak mulia..



    Ya Allah……… AL Faqir sangat malukepada Imam Ahmad Al Muhajir…… beliau yang pernah menanamkan Ahklak sejatiAhlul bait, kini telah banyak ditinggal…kini banyak yang melupakan ajaranbeliau…….

    Kini kesombongan nasab selalu diagung-agungkan…beberapaperilaku etnis lebih ditonjolkan………..



    Oknum-oknum tersebut seringmenuduh nasab orang palsu, apalagi ini adalah Walisongo & Azmatkhan. Padahaldengan mereka menuduh nasab Keturunan Walisongo palsu, itu berarti nama-namadibawah ini haram nasabnya dinisbatkan kepada Walisongo (Azmatkhan);



    1. SyekhJunaid AL Batawi Azmatkhan (Haramkah nasabnya????)

    2. SyekhAhmad Khatib AL Minangkabawi Azmatkhan (HaramkanNasabnya????)

    3. SyekhNawawi Banten Azmatkhan (Haramkah nasabnya???)

    4. MbahKholil Bangkalan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

    5. KHHasyim Asy’ary Azmatkhan (HaramkahNasabnya????)

    6. KHMuhammad Dahlan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

    7. SayyidBahruddin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

    8. KH As’adSyamsul Arifin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

    9. KyaiMarogan Azmatkhan (Haramkah nasabnya????

    10. KHMas Mansur Azmatkhan (Surabaya, HaramkahNasabnya????)

    11. GuruMarzuki Betawi (Haramkah Nasabnya????)

    12. Guru MansurBetawi (Haramkah Nasabnya????)

    13. Ulama-ulamaAzmatkhan dari Banten, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dll. (Haramkahnasab mereka?????)



    Dan ribuan nasab-nasab lain………….. APAKAH NASAB MEREKA HARAM??????????

    BalasHapus
  13. IRamanda (I.M. Al.)menyunting dokumen.

    Saya tidak bisa membayangkan,bagaimana dosa orang yang berani mendustakan nasab-nasab para ulama-ulama besartersebut.



    Perlu anda ketahui, fitnah inisudah lama dan bertebaran di berbagai website, dan setelah mereka membuat,mereka tidak urus lagi website tersebut. Mereka membuat website memang niatnyajahat, sehingga ketika selesai dibuat, mereka tinggalkan dan tidak diurus (ataumungkin yang membuat anak kecil?. Akibatnya website tersebut sampai sekarangmasih ada dan tidak bisa lagi dihapus. Dari sekian banyak fitnah-fitnah yang bertebaran di website, mungkinanda harus tahu, diantaranya :



    1. BERANTASALAWIYIN PALSU (Blog)

    2. BERANTASALAWIYYIN GADUNGAN (Blog)

    3. AWAS ALAWIYYIN PALSU (Blog)



    GRUP-GRUP INI BANYAK MEMFITNAHKELUARGA BESAR AZMATKHAN!!! DAN PENGECUTNYA MEREKA INI, TIDAK ADA SATUPUN YANGBERANI MENCANTUMKAN SIAPA YANG MEMBUAT BLOG-BLOG TERSEBUT.



    Terus terang, buat saya ketikaada orang berani menulis sesuatu tapi dia tidak berani bertanggungjawab dengantidak mencantumkan diri, maka orang ini tidak lebih seperti tikus got dan cecunguk saja. Orang-orang seperti inilah yang sering menghancurkan Islamdan Persatuan Bangsa Indonesia. Kerja mereka hanya memfitnah, hati mereka beku dan tidak jauh dari sifat-sifat dengki dan busuk.



    ADA JUGA beberapa GRUP FACEBOOK YANG MENGATASNAMAKAN ALAWIYYIN DANDIBUAT OLEH MEREKA YANG MEMBENCI AZMATKHAN (Adminnya dari dulu memang sudah bencidengan Azmatkhan).



    Fitnah-fitnah ini sangat dahsyatefeknya bagi keluarga besar keturunan Walisongo dan Azmatkhan. Iya kalau yang sudah tahu tentang siapa tokohdifitnah tersebut, namun bagaimana mereka yang belum tahu tokoh-tokoh tersebut?Mereka yang yang tidak tahu, akhirnya kan nanti bisa menyangka yangtidak-tidak., Kasihan mereka yang tidak tahu menahu, sehingga akhirnyaikut-ikut percaya dengan fitnah-fitnah yang ada diberbagai website itu.



    Belum lagi bagaimana dengananak-anak & murid-murid mereka yangayahnya difitnah????

    Kita harus tahu, Islam disinitidak akan memiliki wajah yang sekarang, jika 600 tahun yang lalu, keluargabesar Walisongo & Azmatkhan tidak datang ke Nusantara. Melalui Gerakan DakwahWalisongo, bumi Nusantara Islamnyamenjadi mayoritas. Dan Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang santun dantoleran yang berlandaskan Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.



    Wajah Indonesia sejak masaWalisongo dipenuhi dengan Islam yang damai dan akhlak. Islamnya di Indonesia yang dibawa oleh Walisongo inimengambil ajaran Imam Ahmad Al Muhajir yang merupakan nenek moyangnya AlawiyyinNusantara. Walisongo berhasil meneruskan dakwah seperti yang pernah dilakukanoleh Imam Ahmad Al Muhajir.



    Bersabarlah Keluarga BesarWalisongo…



    Allah bersama kita……….

    BalasHapus