Rabu, 08 September 2010

Masjid Agung Demak, Yuk Sambut Tamu

Musim mudik lebaran 2010 telah berlangsung, setidaknya sejak 3 hari yang lalu telah telihat lalu lalang kendaraan keluarga bernopol luar kota, terutama dari Jakarta. Masjid Agung Demak yang letaknya sangat strategis dan menyimpan nilai sejarah serta spiritual, tentu saja mengundang minat para pelancong untuk mampir ke Masjid peninggalan wali songo ini. Baik untuk sekedar istirahat, makan dan sholat. Atau mengobati rasa penasaran dan kangen pada Masjid yang mungkin sebelumnya hanya dikenal dalam pelajaran sejarah atau film dokumenter sejarah islam di nusantara. Atau ada tujuan khusus
yang diniatkan saat mampir Masjid Agung Demak.

Sebagai tuan rumah, sudah menjadi keharusan siap menyambut para pemudik yang bertamu di Masjid Agung Demak. Apa yang menjadi kebutuhan para peziarah perlu disediakan secara memadai, dan apa yang menjadi keluhan para pengunjung semaksimal mungkin di atasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat para pengunjung datang tidak sekedar berwisata layaknya orang berekreasi ke tempat-tempat wisata biasa, tapi ada nilai-nilai transendental di dalamnya. Oleh karena itu kekhusukan dan keikhlasan hati pengunjung jangan sampai terusik oleh hal hal yang mengganjal di hati.

Sehubungan dengan hal itu, saya mencoba menghadirkan beberapa saran dan kritik dari seorang pengunjung Masjid Agung Demak, yang semoga menjadi perhatian para pengelola. Dimana kritik ini ditujukan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Apabila dalam penyampaian postingan ini ada kesalahan saya mohon maaf.

Berikut ini adalah tulisan seorang pengunjung yang saya ambil dari kolom sebuah harian nasional Kompas, dari tanggal postingan, sepertinya tulisan ini tulis setelah penulis melakukan kunjungan pada musim liburan Bulan Juli kemaren.

Kalau ditanya ini musim apa, jawabannya bukan musim durian atau rambutan, tapi musim liburan dan wisata. Musim liburan sekolah memang sebentar lagi selesai. Namun tempat-tempat wisata tampaknya masih dipenuhi dengan wisatawan dari berbagai daerah.

Hal ini juga terjadi di Demak. Masjid Agung Demak juga ramai tiga hari kemarin. Banyak bus dan mobil terparkir rapi di halaman parkir masjid. Kebanyakan adalah rombongan ziarah walisongo yang sering memenuhi tempat ini pada periode menjelang bulan puasa tiba.

Masjid Agung Demak adalah masjid bersejarah yang berada di pusat kota Demak. Masjid ini dibangun oleh walisongo dari susunan tatal (serpihan kayu) yang diikat menjadi tiang penyangga masjid. Atap masjid yang berupa limasan merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu-Jawa.

Terlepas dari sisi historisnya, saya ingin menyoroti sisi marketing dari masjid ini. Dengan kesohorannya dalam bidang sejarah, dan untuk periode tertentu sebelum bulan puasa tiba, masjid ini menjadi primadona wisata sejarah. Namun ada beberapa hal yang tampaknya wajib dibenahi pihak pengelola masjid ini yang notabene masih dipegang para abdidalem masjid untuk menambah sisi jual (daya tarik) masjid ini, antara lain:

1. Kebersihan kamar mandi dan tempat wudu

Sungguh ironi, masjid yang menjadi tempat ibadah memiliki fasilitas kamar mandi yang kurang memadai. Aroma pesing dan bau-bau lain yang tidak mengenakkan tercium saat kita menggunakan fasilitas ini. Belum lagi kebersihannya. Seringkali lantai kamar mandi dan tempat wudu licin sehingga membahayakan.

2. Pengemis musiman

Hal yang sangat mengganggu ketika memasuki area masjid adalah dengan sambutan dari para penengadah tangan yang mengharapkan belas kasihan dari pelancong. Saya pernah membawa tamu dari Sumatra, dan malu sendiri ketika mereka menyambut dengan riangnya. Terkadang memaksa dan mengerubuti wisatawan seperti nyamuk.

3. Kebersihan tempat parkir dan lokasi berjualan souvenir

Lokasi tempat parkir bus dan mobil cukup kurang bersih. Terutama jika hujan tiba, sering terlihat dimana-mana terdapat air menggenang. Begitupun dengan toko-toko tempat penjualan souvenir berikut dengan sang pedagang, kurang terlihat menarik dan terkesan ala kadarnya. Sekiranya ditata lebih baik lagi, ditambah dengan pemakaian seragam yang unik bagi para pedagang, maka mungkin akan lebih menarik lagi.
Tulisan ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan pihak tertentu, namun sebagai masukan untuk perbaikan mutu wisata Indonesia guna mendukung program Visit Indonesia Year 2010. Jika kita saja sebagai wisatawan domestik masih kompalin dengan keadaan tempat wisata kita bagaimana dengan wisatawan asing.

Salam,
PB

Referensi : http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/07/07/masjid-agung-demak-ayok-berbenah/
Image Courtesy : http://inayofa.blogspot.com/2009/11/masjid-agung-demak.html

7 Komentar

Pesona tempat suci yang indah, memang harus dijaga kebersihan dan kesuciannya dengan baik.
SELAMAT Hari Idul Fitri, Mohon MAAF Lahir Bathin, bila ada khilaf kata dan ucapan.

sebagai masjid yang bersejarah, mas demak tak akan pernah mati, dia akan terus dibanjiri peziarah dan pelancong spiritual dari tahun ke tahuan. selamat hari raya idul fitri,mas mus, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. semoga kita semua bisa kembali ke fitrah-Nya, amiiin.

To TuSuda dan Pa Sawali

Taqobalallohu mina waminkum. mohon maaf lahir batin juga, semoga dalam berinteraksi, kita diberi manfaat dan keberkahan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin.
Salam sukses selalu.

To Alris

Taqobalallohu mina waminkum. mohon maaf lahir batin juga, semoga sukses........

hehe.. memang begitulah yang saya amati selama ini,,, saya lahir dan besar di demak, tapi kini tidak tinggal di sana lagi... tiap balik ke demak dan bawa tamu, mesjidnya masih gitu-gitu aja, gak ada peningkatan dari sisi kebersihan dan kenyamanan..

salam,
PB


EmoticonEmoticon