Rabu, 25 Agustus 2010

Tak Bisa Akses Informasi, Kalahlah Sudah

Informasi itu dahsyat!!!! Barangkali saya tidak perlu menggembar-gemborkan lagi bagaimana hebatnya sebuah informasi. Apalagi di zaman teknologi informasi saat ini. Di zaman batu, manusia yang berototlah yang menang. Di era bercocok tanam, orang yang memiliki tanah yang luas yang beruntung. Di era industri, orang yang bermodal, yang jaya. Sedangkan di era teknologi informasi saat ini, orang yang punya informasilah yang akan diuntungkan. Kasus ganti untung lahan pengganti jalan tol yang terjadi di Jatirunggo Kabupaten Semarang menjadi contoh nyata betapa informasi membuat sejumlah pihak yang
memegang infomasi mengeruk banyak keuntungan, sementara para pemilik lahan tak bisa menikmati keuntungan atas pembayaran tanah dari pemerintah.

Kemajuan teknologi informasi dan berlakunya Undang - Undang Keterbukaan Informasi Publik, tidak serta merta membuat masyarakat Demak memperoleh informasi yang menjadi hak mereka. Sebagai contoh; masyarakat belum tahu prosedur dan biaya pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan Akta kelahiran, sehingga dimanfaatkan oleh oknum petugas untuk menarik sejumlah uang dair masyarakat dengan jumlah yang tidak wajar. Kalaupun sudah tahu, mereka tidak tahu harus kemana melapor bila terjadi tindak kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Contoh lain adalah Informasi rekruitmen Tenaga Kerja Indonesia. Masyarakat memperoleh informasi rekruitmen TKI hanya dari mulut ke mulut. Atau justru dari calo TKI yang nota bene ingin mengeruk keuntungan dengan cara apapun. Oleh karena itu tidak heran jika terjadi penipuan yang merugikan calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri, bahkan tindak pidana human trafficking.

Info Lowongan Kerja dan Beasiswa

Lulusan sekolah pada Juni yang lalu yang tak melanjutkan ke Jenjang lebih tinggi adalah angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan perkerjaan. Angkatan kerja yang lulus sekolah pada tahun-tahun sebelumnya ditambah lulusan saat ini, berapakah yang terserap oleh lapangan pekerjaan? Mereka yang tak terserap oleh lapangan pekerjaan adalah pengangguran-pengangguran yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan sekolah, serta program-program keahlihan dan wirausaha yang diadakan pemerintah. Mereka membutuhkan informasi lowongan pekerjaan dan informasi beasiswa.

Akan tetapi tidak semua dari mereka bisa memperoleh infomasi tersebut. Berapa banyak informasi lowongan kerja di Koran-koran, di beberapa kawan industri, berapa banyak program pelatihan kerja dan pengucuran modal yang dilakukan pemerintah, namun mereka tidak bisa mengakses informasi tersebut. Coba tanyakan pada mereka yang tinggal di ujung utara Demak seperti babalan, kedung mutih, kedung karang, tau yang tinggal ki Kotaan, Tugu Lor, atau yang tinggal di Dempet, Medini, perihal pembukaan lowongan kerja besar-besaran oleh pabrik tekstil baru yang ada di sayung? Informasi yang hanya di peroleh di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koran yang di publikasikan hanya sehari tidak mungkin bisa akses oleh mereka yang jauh dari Demak kota.

Setiap hari sabtu, koran lokal selalu menerbitkan informasi lowongan kerja lebih dari dua halaman. Apakah mereka membacanya? Informasi tersebut terputus dan tidak bisa diakses oleh mereka yang tinggal dari kota. Tak ada koran yang masuk ke desa yang bisa dibaca oleh semua warga desa. Coba bandingkan di kota-kota besar yang terdapat koran dinding di setiap kelurahan. Juga tak ada jaringan internet. Kalaupun ada, hanya segelintir orang yang bisa mengakses.

Oleh karena itu Butuh usaha bersama agar informasi bisa terakses oleh semua lapisan masyarakat. Sebab ketidaktahuan informasi membuat masyarakat seperti bertanding tanpa senjata. Mereka akan kalah dalam persaingan, mereka akan dijadikan objek yang selalu dimanfaatkan.

image courtesy: www.adriaanrijkens.nl

3 Komentar

klau dulu ada juru penerang (dep.penerangan) skrang dah tdk ada lagi, semaksimal mungkin memberikan informasi ke masyarakat di desa dg menempelkan setiap informasi yg berbentuk apapun di dinding informasi di setiap balai desa-balai desa,dan sumber informasi itu sendiri dari dinas-dinas terkait dilewatkan di kecamatan dan setiap hari dari desa itu ada petugas wira-wiri didesa u/ ke kecamatan...mengambil informasi yg dibutuhkan masyarakat.. disamping masyarakat sendiri turut aktif mencari informasi ke balai desa...

setuju banget, mas mun. pada era virtual sepertyi sekarang, informasi memang sdh menjadi sebuah kebutuhan. sungguh ironi kalau masih ada pihak2 tertentu yang dengan sengaja atau tidak berusaha menutup akses informasi.

-> Pak Mukhlis Salsabil

di desa desa itu ada yang namanya bayan, sepertinya tugasnya seperti yang mas mukhlis sebutkan. akan tetapi karena informasi dari atas nggak ada. jadi nggak ada yang di informasikan.

-> Pak sawali

Kita berharap pihak yang memiliki wewenang dan kemampuan bisa memfasilitasi.


EmoticonEmoticon