Jumat, 19 Juni 2009

Demak masih dilirik Capres dan Cawapres


Dari ribuan kabupaten dan kodya di seluruh indonesia, demak menjadi pilihan capres Yusuf kalla dan cawapres wiranto dalam menyampaikan visi dan misinya. Meskipun dalam komunikasi politik, tebar pesona dan janji belum tentu akan mencerminkan sikap yang akan diambil kelak kemudian setelah menjadi presiden. Setidaknya kunjungan ini memiliki makna positif bagi kota yang tergolong miskin. Terlebih lokasi yang dipilih untuk dikunjungi adalah Pondok pesantren futuhiyah mranggen. Pondok pesantren yang menjadi langganan kunjungan pejabat baik dalam maupun luar negeri ini semakin mengukuhkan bahwa demak tak bisa dipandang sebelah mata.

Apa saja isi kampanye capres yusuf kalla di demak? berikut ini liputan dari media massa.

Metronews : http://www.metrotvnews.com/main.php?metro=berita&id=84922

Metrotvnews.com, Demak: Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan dilakukannya sertifikasi terhadap Pondok pesantren agar pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para gurunya. "Nanti saya bikin sertifikasi pesantren. Jadi, tahu persis berapa gurunya, berapa santrinya. Yayasannya juga harus betul," kata Jusuf Kalla saat berdialog di Pondok Pesantren Fuluhiyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (19/6).

Kalla mengatakan itu menjawab pertanyaan seorang peserta dialog, Abdul Kholik Murod, yang mempertanyakan nasib para guru tidak tetap dan guru swasta di pesantren yang tidak diperhatikan pemerintah. Menurut Abdul Kholik, pemerintah hanya memperhatikan para guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Anggaran pendidikan sudah 20 persen, mestinya negara tak hanya perhatikan PNS. Memang ini negara PNS saja," kata Abdul Murod.

Kalla menjelaskan, saat menjadi Menko Kesejahteraan Rakyat telah diambil kebijakan untuk mengangkat para guru bantu. Menurut Kalla, setidaknya sebanyak 150 ribu guru bantu diangkat menjadi PNS setiap tahunnya. Menurut calon presiden dari Partai Golkar dan Hanura itu, dengan sertifikasi terhadap pesantren akan diketahui dengan persis berapa gurunya, berapa yayasan dan siapa penanggungjawabnya. "Nanti dibantu negara melalui gubernur, tapi dananya dari pusat," kata Kalla.

Kalla optimistis akan bisa memberikan tunjangan yang layak kepada para guru swasta. Apalagi jika ekonomi Indonesia tumbuh sebesar delapan persen. "Kalau APBN bisa mencapai Rp 2.000 triliun, maka 20 persennya menjadi Rp 400 triliun. Itu sangat bisa untuk memberikan tunjangan guru-guru swasta," kata Kalla.

Dalam kesempatan itu Wapres juga menegaskan bahwa yang diperlukan bangsa Indonesia adalah

fondasi ekonomi yang kuat. "Kita harus capai kemandirian bangsa dengan memenuhi kebutuhannya sendiri," kata Wapres. Menurut Wapres untuk mencapai fondasi ekonomi yang kuat pesantren bisa mengambil peran. Misalnya mengembangkan ternak sapi, sehingga tidak perlu impor sapi, dan susu.
Tempo Interaktif: http://www.tempointeraktif.com/hg/Pemilu2009_janji_janji/2009/06/19/brk,20090619-182747,id.html

Kalla Umbar Janji Anggaran Pendidikan Rp 400 Triliun

Jum'at, 19 Juni 2009 | 10:41 WIB
TEMPO Interaktif, Demak: Kandidat presiden Jusuf Kalla berjanji menaikkan anggaran pendidikan hingga Rp 400 triliun untuk lima tahun mendatang. Kenaikan anggaran itu berdasarkan asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara mencapai sekitar Rp 2.000 triliun.

"Insya Allah lima tahun lagi. Syaratnya pertumbuhan ekonomi delapan persen," kata Jusuf Kalla saat berdialog dengan warga di Pondok Pesantren Futuhiyah, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (19/6).

Saat ini, 20 persen APBN dialokasikan untuk anggaran pendidikan dari APBN 2009 yang mencapai lebih Rp 1.000 triliun. Artinya, anggaran pendidikan tahun ini berjumlah sekitar Rp 200 triliun.

Menurut Kalla, anggaran pendidikan untuk madrasah perlu ditingkatkan. Alasannya, madrasah dan institusi pesantren berperan penting dalam pendidikan masyarakat. "Insya Allah 5 tahun lagi untuk madrasah Rp 2-3 triliun," katanya.

Selain persoalan anggaran, pendidikan tak lepas dari kualitas pendidik. Untuk itu Kalla berjanji mengucurkan dana pendidikan untuk pesantren dengan syarat pesantren harus disertifikasi. Menurut dia, perlu ada pendataan dan verifikasi pengurus, guru, dan santri. "Yayasan harus jelas. Guru dan siswa disertifikasi. Nanti diberi anggaran dari pusat," katanya.

Dia berpendapat kontribusi sekolah umum dan pesantren sama. Namun, pesantren memiliki peluang mendidik lebih karena sistem sekolah berasrama. Sistem itu memungkinkan pengajar mendidik santri secara optimal.
Kalla pun meminta pesantren menjadi agen perubahan yang mengajarkan kebiasaan mandiri sehingga ekonomi bangsa ke depan ditopang oleh wirausahawan.
Image Courtesy of http://indonesian.cri.cn


EmoticonEmoticon